Tebo_ JP. Rio Black Aktivis Pendidikan Kabupaten Tebo Memberi Apresiasi dan dukungan kepada Kejari Tebo yang telah mengambil langkah cepat memanggil pihak Komite dan Bendahara BOS SMK Negeri I Tebo, Rio juga percaya kepada kejaksaan negeri tebo untuk mengusut tuntas terhadap laporan yang masuk keKejaksaaan Tebo, melalui upaya pemeriksaan Terhadap ketua komite dan Bendahara komite SMK, “saya Berharap Kejaksaan tidak hanya meriksa Satu Sekolah saja saya Berharap SMA dan SMK di tebo di periksa semua,dan saya juga masih menunggu hasilnya, saya mohon kepada Kejaksaan untuk transparan kepada publik agar publik juga bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di SMK Negeri I Tebo” Ujar Pria yang disapa Bang Rio Black pada media ini.
Selanjut Rio Juga menegaskan “apa yang terjadi di SMK N 1 Tebo, pasti terjadi juga di SMKN dan SMAN Laennya, hanya saja porsinya pasti berbeda beda, kalau di SMKN 1 Tebo Muridnya sampe demo, dan gurunya sampe tidak mendapat gaji berbulan bulan, mungkin di SMK Laen modusnya berbeda, akan yang melalui pengadaan buku, uang komite yang di buat buat dll”
Sementara itu netizen disosial media Siswa Ikut Bersuara, Dugaan Pungli di SMKN 1 Tebo Kian Disorot Seorang siswa dengan akun anomali menuliskan keluhan, meminta aparat hukum benar-benar menyelidiki dugaan kasus tersebut. Ia juga menyinggung sejumlah kejanggalan di lingkungan sekolah.
“Mohon nian pak selidiki jugo kepseknyo. Foto presiden belom ganti tu. Terus di pembelajaran kami ado PPL, tapi alat untuk praktek dak ado. Padahal sudah diusulkan,” tulisnya.
Keluhan serupa disampaikan akun di_voo.27 yang berharap penegak hukum tidak main-main dalam menyelidiki kasus ini.
“Segera diselidiki pakkk… dengan teliti, karena ini sangat meresahkan kami, bagi siswa siswi SMKN 1 Tebo,” ujarnya.
Tak hanya dari internal, komentar juga muncul dari siswa sekolah lain. Akun jagoan mama yang mengaku dari SMKN 2 Tebo ikut menyoroti persoalan tersebut.
Kasus dugaan pungli di SMKN 1 Tebo sebelumnya mencuat kembali setelah pihak Kejaksaan Negeri Tebo memanggil ketua komite dan bendahara sekolah untuk dimintai keterangan. Meski proses hukum masih berjalan, desakan publik, termasuk suara siswa, kini semakin menambah sorotan terhadap manajemen sekolah tersebut. (Struktur)






